JAMBISTAR.COM-Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Hibah Dana Pokok Pikiran (Pokir) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp50 juta untuk Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al-Irsyad, yang berlokasi di Kelurahan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.
Menurut politisi Golkar ini, madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini. Ia menilai bahwa pendidikan agama tidak boleh diposisikan sebagai pelengkap semata, melainkan harus berjalan seiring dan saling menguatkan dengan pendidikan umum.
“Anak-anak kita harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Tahu ilmu umum itu penting, namun tahu dan memahami ilmu agama jauh lebih penting sebagai fondasi kehidupan,” ujar Ivan Wirata.
Ia menekankan bahwa madrasah adalah tempat lahirnya bibit-bibit unggul di bidang keagamaan, yang kelak akan menjadi penjaga nilai, etika, dan akhlak di tengah masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, perhatian terhadap madrasah tidak boleh setengah-setengah, baik dari sisi sarana prasarana maupun kualitas pembelajaran.
Ivan Wirata juga menyoroti pentingnya penguatan kurikulum madrasah agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Salah satu fokus yang ia dorong adalah lahirnya generasi hafiz dan hafizah Al-Qur’an dari lingkungan madrasah.
“Kurikulum madrasah harus terus diperkuat. Kita ingin menciptakan generasi Qur’ani, yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Lebih lanjut, Politisi Dapil Muaro Jambi -Batang Hari ini menjelaskan bahwa bantuan hibah Dana Pokir yang disalurkan tersebut diperuntukkan bagi peningkatan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al-Irsyad. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu segera dibenahi agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal.
Sebagai bentuk kepedulian personal, Ivan Wirata bahkan menyatakan telah mengalokasikan dana pribadi sebesar Rp2 juta untuk membantu mengatasi persoalan mendesak di madrasah tersebut, khususnya kebocoran atap bangunan yang selama ini mengganggu kenyamanan belajar para santri.
“Saya berkomitmen membantu menyelesaikan kekurangan yang ada. Untuk masalah atap yang bocor, saya bantu terlebih dahulu dari dana pribadi agar tidak mengganggu kegiatan belajar anak-anak,” ungkapnya.
Terkait mekanisme bantuan pemerintah, Ivan juga memberikan pemahaman kepada pihak pengelola madrasah bahwa hibah tidak dapat diberikan secara berturut-turut setiap tahun kepada penerima yang sama. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dan prinsip pemerataan bantuan.
“Hibah itu tidak bisa dibantu pada tahun yang berurutan, harus ada jeda. Ini bukan soal tidak peduli, tapi agar bantuan bisa dirasakan secara adil oleh lembaga lain yang juga membutuhkan,” jelasnya.
Ia berharap, dengan adanya bantuan hibah Dana Pokir 2025 tersebut, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al-Irsyad dapat semakin berkembang, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas pendidikan, sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Ivan Wirata juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mendukung keberlangsungan madrasah sebagai aset umat dan bangsa.
“Madrasah adalah investasi jangka panjang untuk masa depan daerah dan bangsa. Jika kita ingin masa depan yang baik, maka pendidikannya harus kita jaga dan perkuat sejak sekarang,” pungkasnya.(*)
Editor: Endang