Fasha Genapkan Sepuluh Parpol, Empat Kandidat Mendaftar di PKB

Kamis, 07 September 2017 - 10:28:08 | dibaca: 509 kali


PENJARINGAN: Petahana Sy Fasha bersama ketua DPC PKB Kota Jambi, Sulaiman Syawal dan Deks Pilkada usai menyerahkan berksa pendaftaran, Rabu (6/9) kemarin.
PENJARINGAN: Petahana Sy Fasha bersama ketua DPC PKB Kota Jambi, Sulaiman Syawal dan Deks Pilkada usai menyerahkan berksa pendaftaran, Rabu (6/9) kemarin. / FAIZARMAN/JE

 

JAMBI - Calon petahana Syarif Fasha resmi mendaftar di penjaringan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).  Didampingi pendukung dan simpatisan, Fasha hadir langsung menyerahkan berkas pendaftaran di kantor DPC PKB Kota Jambi, Rabu (6/9) kemarin.

Partai besutan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini adalah perahu kesepeluh yang digenapkan Fasha untuk memuluskan langkah menuju Pilwako Jambi 2018. Dimana sebelumnya Fasha  mengantongi dukungan Golkar dan mendaftar di penjaringan Gerindra, Hanura, PPP, PBB, PKPI, PKS, NasDem, Demokrat.

Usai penyerahan berkas, Fasha mengatakan jika PKB bukan partai baru baginya. Karena ada sejarah dirinya dengan PKB. Dimana dirinya menjabat wakil ketua DPW di zaman Hasip Kalimuddin Syam.

“PKB ini bukan partai baru bagi saya, awal di politik saya ada di PKB. Saya dulu wakil ketua DPW PKB Provinsi Jambi, zamannya pak Hasip,” ujarnya.

Fasha berharap bisa didukung PKB. Dengan mekanisme yang ada, Fasha ingin bersama-sama bisa membangun Kota Jambi lima tahun kedepan. “Harapan saya dengan mekanisme yang ada, PKB bisa bersama-sama membangun Kota Jambi kedepan,” katanya.

Menuju pembangunan itu dirinya juga berharap tidak hanya didukung PKB, melainkan dukungan dari seluruh kader. “Saya tidak hanya mengharapkan dukungan partai, tapi juga dukungan semua kader untuk membangun Kota Jambi,” katanya.

Bagaimana soal pendamping? Ketua Harian DPD I Golkar Provinsi Jambi ini kembali menegaskan jika penentuan wakil harus melewati beberapa proses. Sebab, pendamping itu juga harus dikomunikasikan dengan partai pendukung yang nantinya akan berkoalisi.

"Wakil itu ada proses, tidak hanya selera saya, harus disesuaikan dengan selera masyarakat. Makanya kita akan dengarkan saran, termasuk partai pengusung,” sebutnya.

Ia mengatakan dalam menetukan wakil harus ada pertimbangan. Karena wakil ini jangan hanya bisa meminta petunjuk, menunggu dari Walikota, tapi juga memberikan kontribusi, sumbangsih saran terhadap pembangunan.

Apalagi membangun daerah membutuhkan kerja tim. Bukan kerja satu orang atau pribadi semata. "Saya tidak pernah bilang pembangunan di Kota Jambi ini karena saya. Karena Fasha. Tapi masyarakat yang menilai. Lalu kalau ada yang menilai ini karena Fasha, saya juga tidak mungkin menolaknya," tegasnya.

Sementara itu, kedatangan Fasha di partai berbasis Nadhatul Ulama (NU) disusul Maulana dan Sulaiman Syawal. Keduanya juga hadir langsung menyerahkan berkas pendaftaran kepada deks Pilkada DPC PKB Kota Jambi yang sebelumnya juga dilakukan Abdullah Sani.

Maulana sendiri juga berharap bisa didukung PKB. Dirinya menyampaikan terimakasih kepada keluarga besar PKB yang telah menyambut hangat kedatangan dirinya dalam pengembalian formulir pendaftaran ini.

"Kami merasa sangat berbangga hati karena telah disambut secara hangat di sini. Kita berjharap kebersamaan ini terbangun kedepannya," katanya.

Sedangkan Sulaiman Syawal, Ketua DPC Partai PKB Kota Jambi mengatakan keputusan mendaftar setelah mendapat perintah dari petinggi partainya. "Ini merupakan restu dari DPW. Partai ingin kadernya bisa berkompetisi di Pilwako Jambi," katanya.

Anggota DPRD Kota Jambi ini memilih posisi sebagai calon walikota Jambi. "Kita daftar sebagai nomor satu. Tapi jika survei tidak memungkinkan ya nomor dua. Tapi yang jelas kita siap bertarung di Pilwako Jambi 2018," sebutnya.

Sementara itu, Harlina Fahri ketua Desk Pilkada DPC PKB Kota Jambi mengatakan semua berkas yang masuk segera diproses dan verifikasi. Bekas yang memenuhi persyaratan akan dikirim ke DPP.

“kita hanya kirim berkas yang lengkap. Kalau ada empat, maka semuanya kita kirim,” katanya.

Kemudian, PKB melakukan survei untuk menentukan dukungan. Survei ini dilakukan baik itu untuk calon walikota maupun Wakil Walikota.

“Nanti baru kita lihat hasilnya, bukan dari daerah penentuannya apakah satu paket atau tidak,” pungkasnya.

(aiz)